RSS

“ MARXISME “

06 Feb

SEKILAS TENTANG MARXISME BAG. I

PRA-MARXISME

bagi masyarakat awam yg terpropaganda kapitalisme, atau para penganut neo-liberalisme, atau para ekonom kontra ekonomi kerakyatan, atau masyarakat kapitalisme, akan mengatakan bahwa ide dan konsep sosialisme berdasarkan tujuannya (untuk penghapusan kelas sosial) adalah utopis (karena biar bagaimanapun juga, kaya dan miskin selalu ada)…. padahal, bila mengikuti cara berpikir filsuf atau melirik para orang bijak, ideologi dan konsepsi apapun bila mengatasnamakan tujuan “kesejahteraan” adalah utopia semua. … kita sering lupa, bahwa kesejahteraan tidak dapat diukur oleh nominal apapun, baik berupa uang maupun materi…. seperti halnya kebahagiaan dan kenikmatan….

di sinilah, Karl Marx (1818-1883) mengkritik tentang upaya penindasan masyarakat oleh kapitalis yg membuat masyarakat jauh dari arti “kesejahteraan”… ya, dialah Marx yg saat ini dimusuhi kaum theis sebagai “Sang Iblis Atheis Yahudi”, namun semangat revolusi yg menggelora dlm dirinya selalu berkobar dlm diri pergerakan kaum buruh dan tani meskipun para buruh dan tani masa kini jarang mendengar atau tidak tahu sama sekali siapa itu Marx….. filsuf Paul Feyerabend pun pernah menggambarkan sosok Marx sbb: “apabila Nietzsche yg dijuluki sang rajawali filsuf itu adalah seorang filsuf yg mampu mengubah cara berpikir filsuf lain, maka Marx adalah seorang filsuf yg tidak hanya mengubah cara berpikir filsuf lain, tapi juga mengubah cara manusia bertindak”…

pemikiran ekonomi Marx banyak dipengaruhi oleh beberapa filsuf ekonomi, antara lain François Quesnay dan David Ricardo… sebelum membahas ttg epistemologi dan konsepsi Marx, ada baiknya kita kembali ke pemikir ekonomi “kiri” di zaman Pra-Klasik (Mazhab Physiokrasi), yaitu François Quesnay….

 setelah agan baca ttg kapitalisme di atas, sebenarnya antara Zaman Pra-Klasik menuju Zaman Klasik, ada sebuah mazhab pemikir ekonomi kiri yg disebut Mazhab Physiokrasi yg dipelopori oleh François Quesnay (1694-1774)…

 analisis physiokratis pada hakekatnya adalah kegiatan ekonomi berjalan menurut suatu pola arus lingkaran (circular flow) yg menyangkut peredaran uang dan barang (teori equilibrium-nya Adam Smith mungkin dipengaruhi oleh konsep ini)… jika merkantilisme mementingkan sektor penguasaan pasar yg melahirkan surplus terus-menerus, maka physiokrasi mementingkan sektor pertanian yg bahkan sektor pertanian dianggap sbg satu-satunya sektor produktif yg menghasilkan suatu surplus produksi secara netto utk masyarakat (produit net)… kata “physiokrasi” pun diambil dari 2 kata dlm bahasa Yunani; f?s?? (fysis) = alam, dan ??at?a (kratia) = kekuatan… jadi, falsafah dasar physiokrasi adalah the natural order of things atau the order of things according to natural law…

 pada mulanya, kebenaran atas mazhab physiokrasi ini masih ditangguhkan sampai manusia mengenal teknologi… ya, pendapat ini kemudian dibantah oleh ekonom-ekonom modern seperti Wassily Leontief, Eugen von Böhm-Bawerk, John Maynard Keynes, dll… di zaman dahulu, pangan memang salah satu aset terpenting sebuah negara dlm mengekspor atau diproduksi dan distribusi sebuah negara, namun dlm ekonomi pembangunan saat ini, harus kita sadari bahwa suatu negara yg ingin maju, haruslah beralih dari sektor produksi pangan (karena selain pangan bisa membusuk dan proses produksinya amat dipengaruhi oleh berbagai keadaan alam, dlm teori Hubungan Internasional, militer dan teknologi merupakan faktor pengaruh terbesar dlm meningkatkan posisi tawar suatu negara)….

 namun sebenarnya, physiokrasi tidak membahas masalah ekspor sektor pangan, hanya bagaimana menata produksi dlm keseimbangan dlm arus, yg dlm hal ini produksi pangan merupakan nilai utama ketimbang hal lainnya…. oleh sebab itu, Marx menilai Quesnay sebagai pemikir yg pertama kalinya menyajikan suatu gambaran secara mendasar mengenai proses ekonomi dalam kehidupan masyarakat secara universal…. di sinilah teori Marxis ttg nilai dan surplus, tapi untuk teori Marxis ttg nilai dan upah, Marx berpangkal pd David Ricardo…

SEKILAS TENTANG MARXISME BAG. II

 PROSES “PEMERASAN”

 bagaimana terjadinya proses “pemerasan” terhadap kaum proletar (buruh dan buruh tani)? di sinilah betapa luasnya pemikiran Marx… Marx menilai bahwa tenaga kerja (labor) dianggap sbg suatu komoditi yg ngga ada bedanya dgn jenis2 komoditi lainnya, Marx mewakilinya W = barang (ware)… W dijual utk mendapat G = uang (geld) dan G itu digunakan utk membeli komoditi lain, disebut olehnya W1 dan modelnya adalah W – G – W1

 dia membandingkan dgn kapitalisme, dimana dana modalnya (G) diproses dgn bantuan tenaga kerja dan alat-alat produksi (G) sehingga hasilnya dijual lagi utk menjadi modal (G1) dan modelnya adalah G – W – G1

 dlm kerangka pemikiran Marx, beda antara W – G – W1 dgn G – W – G1 mengandung arti dan relevansi yg amat penting… dari sini, kita sudah dapat poin penting, yaitu dlm susunan ekonomi sederhana, sasaran produksi adalah suatu transformasi kualitatif dari nilai guna, TAPI dlm ekonomi kapitalisme, sasaran produksi adalah PENAMBAHAN KUANTITATIF dari nilai tukar… atau dibahasa-awam-kan, sasaran produksi ekonomi sederhana adalah perubahan nilai guna (mutu atau kualitas) suatu barang, tapi sasaran produksi ekonomi kapitalisme adalah penambahan jumlah barang dan uang (memperkaya diri sendiri)…. ya, poin penting dari Marx di sini adalah kapitalisme adalah bentuk memperkaya diri sendiri atau korporasinya….

 dimanakah letak pemerasannya?

 seorang majikan kapitalis membeli tenaga kerja dgn harga yg sesuai dgn nilai komoditi tenaga kerja (sesuai yg di atas, bahwa tenaga kerja dipandang sbg komoditi), majikan kapitalis membayar kpd tenaga kerja suatu tingkat upah yg sama dgn sejumlah barang kebutuhan hidup yg diperlukan utk kelangsungan hidup tenaga kerja dan keluarganya (gaji, asuransi, jaminan kesehatan, biaya akomodasi, tunjangan lainnya)… utk menghasilkan barang kebutuhan hidup tsb, sebenarnya seorang tenaga kerja cukup utk bekerja selama 6 jam per hari, tapi telah dikontrak sang majikan kapitalis sebanyak 8-10 jam per hari…. nah, kelebihan produksi dari hasil ekstra 2 jam (bila dikontrak 8 jam) dan 4 jam (bila dikontrak 10 jam) tidak dinikmati oleh tenaga kerja, melainkan dinikmati sang majikan kapitalis… di sinilah letak nilai surplus yg “dipetik” oleh majikan kapitalis… pemerasan dimulai dari sini dan saya yakin hampir semua pegawai sampai buruh kasar tidak menyadari hal ini…

 sehari kerja terbagi atas 2 bagian, bagian pertama meliputi 6 jam kerja menghasilkan nilai produk yg sama dgn upah tenaga kerja (necessary labor) utk reproduksi tenaga kerja sbg komoditi… bagian kedua meliputi kelebihan 2-4 jam ekstra time yg tdk dinikmati tenaga kerja, yg disebut Marx menjadi nilai surplus yg dipetik majikan kapitalis… rasio hasil kerja surplus (s) terhadap jumlah tenaga kerja upahan (v) yg digambarkan Marx sbg tingkat nilai surplus (s/v)… dalam hal ini, sang majikan surplus terhadap value added…

 nilai suatu komoditi menurut Marx adalah barang akhir yg terdiri atas 3 komponen; yaitu unsur dan akumulasi penyusutan peralatan modal, nilai tenaga kerja upahan, dan nilai surplus di atas… komponen pertama disebut modal konstanta (c), komponen kedua disebut modal variabel (v), dan komponen ketiga adalah nilai surplus (s), nilai total suatu komoditi dapat dinyatakan dlm rumus c+v+s; rasio nilai surplus terhadap modal total adalah s/c+v yg mencerminkan tingkat laba (rate of profit)… rasio modal konstan terhadap modal total adalah c/c+v yg dikenal dlm istilah Marxisme sebagai die organische komposition des kapitals (komposisi organik modal)… jika s’ adalah tingkat nilai surplus, p = tingkat laba, dan q = komposisi organik modal di atas, maka p = s’ (1-q) yg artinya tingkat laba menjurus ke arah yg sejalan dgn perkembangan tingkat nilai surplus (menaik bila tingkat nilai surplus bertambah dan menurut bila tingkat nilai surplus berkurang)… dgn kata lain, perkembangan kapitalisme ditandai semakin besarnya komposisi organik modal… jadi, dalam konsep Marx inilah, tingkat nilai surplus (s/v) merupakan “proses pemerasan”….

masih belum sampai pd pemerasan, yg mencengangkan dlm Marxisme adalah tingkat laba (yang dinyatakan dlm s/c+v atau p=s'(1-q) di mana s’ adl tingkat nilai surplus dan q adl komposisi organik modal) cenderung menurun… tenaga kerja manusia rata2 dilengkapi dgn peralatan mesin mutakhir dan juga mahal (semakin mutakhir semakin mahal), namun dapat menghasilkan komoditi dlm jumlah yg lebih banyak, tapi tingkat laba jelas menurun… bagaimana bisa? misalnya, s’ bertambah bila produktivitas tenaga kerja meningkat… akan tetapi, dlm jangka panjang meningkatnya komposisi organik dari modal ga bisa dihindari…. maka dari itu, tingkat laba pun juga semakin menurun…

 APA SOLUSI MARXISME?

 solusi yg ditawarkan Marx adalah kepemilikan bersama (secara kommunal) dan penguasaan aset utk kaum proletar (sosialisme)… dlm hal ini, negara2 komunis telah banyak salah mengambil sistem Marx, atau telah memfusikan konsepsi Marxisme dgn konsep lainnya… misalnya, ketiadaan kepemilikan individu yg dipandang mengekang kebebasan (Marxis tidak berusaha mengekang kebebasan, selama dipandang dibutuhkan secara individual, bukan utk “memeras”, Marxisme masih mengizinkannya… namun sayangnya hal itu amat sulit dilaksanakan, sebab manusia tetap lebih cerdik daripada sebuah ideologi yg disebut Marxisme itu)… selain itu, Marx menegaskan bahwa sebenarnya ideologi Marxisme juga merupakan ekonomi sederhana sejak dahulu, dimana kegiatan sebatas produksi-distribusi-konsumsi (bukan konsumsi-pemerasan-produksi)…

 Marx menegaskan bahwa untuk menumbangkan raksasa kapitalisme, diperlukan perjuangan kelas yg disebut revolusi (sebenarnya, revolusi sudah dari dulu ada… namun, revolusi sebagai aksi politik yg berkelanjutan baru diperkenalkan Marx)… ya! revolusi itu berkelanjutan, yaitu dimulai dari revolusi politik, lalu revolusi ekonomi, dan terakhir revolusi budaya…. bagi Marx, revolusi yg seutuhnya bermakna adalah apabila ketiga langkah ini dilaksanakan… dan bagi Marx, revolusi inilah satu-satunya revolusi dan revolusi ini disebut revolusi buruh…

 dalam sejarah, setiap revolusi buruh selalu diakhiri secara politik dan ekonomi dgn bentuk pemerintahan diktator proletariat (yaitu bentuk autokrasi atau totalitarianisme ala kaum proletar) yg “mulanya” bertujuan menindas kapitalisme… namun, belakangan (contoh: USSR) lebih sering menindas kaum buruh juga… ini yg kemudian di-anti-tesis-kan oleh Post-Marxisme (yg terkesan lebih moderat, lebih mentereng, lebih necis, dan ideologi politik yg ditawarkan adalah biasanya sosial-demokrat)…

 oleh sebab itu, Marx berpendapat bahwa pembentukan kepemilikan bersama berazaskan kekeluargaan dan persatuan (kommunal) akan diawali oleh negara sbg fasilitas menuju masyarakat komunis… namun, negara itu akan lenyap dengan sendirinya apabila kelas sosial sudah tidak ada lagi di atasnya… baginya, negara adalah sumber penindasan sehingga harus dihapuskan…. namun negara bisa menjadi alat yang merupakan transisi untuk penghapusan negara dan membentuk presidium…

 Marx mendefinisikan masyarakat komunis sbg suatu sistem masyarakat dimana setiap orang bekerja menurut kemampuannya sendiri dan kepada setiap orang memperoleh kebutuhan hidup menurut kebutuhannya.

 Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=350316954#post350316954

 
Leave a comment

Posted by on February 6, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: